15 November 2015
Siapkah Menjadi Orangtua Bagi Anak Anda?
Buku berjudul Orangtuanya Manusia ini menemukan momentumnya bila dikaitkan dengan Joshua Wong. Pemuda 17 tahun asal Hongkong ini memimpin dan menggerakkan para demonstran yang mengusung demokrasi di Hongkong. Bahkan dia pernah menggerakkan massa pada usia 15 tahun melalui sebuah gerakan menentang sistem pendidikan pemerintah yang dia namai Scholarism. Artinya, dia masih seusia SMP. Hebat.
07 Februari 2015
Kisah Seorang Guru yang Menghasilkan Uang dari Menulis di Internet
![]() |
| Penghargaan 'Guru Blogger Inspiratif 2014' |
21 Desember 2014
Hutang Revolusi Mental Anies Baswedan (bag. 2)
Hutang Revolusi Mental Anies Baswedan (bag. 1)
Rambutnya keriting, perawakannya
tinggi besar, hidungnya mancung khas peranakan arab. Pembawaannya murah senyum.
Suatu hari, bocah ini merengek minta sekolah kepada ibunya karena sering melihat anak-anak yang berangkat sekolah yang melintas di depan rumahnya. Sang ibu bimbang. Anak itu belum cukup umur. Sebagai dosen ia tahu pentingnya pendidikan, namun ia tak ingin anaknya tercerabut dari dunia permainan. Ia mendiskusikannya dengan sang suami. Berkonsultasi ke psikolog juga dilakukan. Keputusannya, dia sekolah. “Tapi kalau mau saja. Kalau sedang tidak mau jangan dipaksa.” Kata si psikolog (hal. 10).
Kelak, anak kecil yang telah membuat
bimbang orang tuanya dan selalu dahaga akan pengetahuan ini membuat geger dunia
pendidikan di seantero nusantara. Kiprahnya membuat dunia pendidikan pompa
jantung. Ada yang tersenyum optimis. Ada yang sinis. Ada yang menghujat. Tak sedikit
yang mencibir. Banyak pula yang mengkritik. Anda tahu kenapa? Semua itu karena
dia menelurkan sebuah keputusan yang saat ini sedang hangat diperbincangkan. Sebuah
keputusan yang mengundang kontroversi, diskusi, polemik dan tarik ulur
pendapat, yakni keputusan soal penghentian (sementara) Kurikulum 2013. Siapa gerangan pria ini?
11 November 2014
8 Rahasia Media Sosial untuk Pembelajaran
8 Rahasia Media Sosial untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa
Anda tahu Facebook? Twitter? Dua media sosial inilah yang paling sering digunakan dan merupakan terbesar di antara sekian banyak media bersosialisasi saat ini. Di Indonesia dua media sosial ini paling digandrungi. Bahkan, menurut indonesiaterdidiktik.org, bersosialisasi lewat media sosial sudah dilakukan melalui ponsel cerdas (smartphone). BBC Indonesia menemukan durasi rata-rata masyarakat Indonesia menggunakannya sekitar 181 menit per hari. Wow! Bukankah ini merupakan peluang besar dalam memanfaatkannya untuk pendidikan?
Coba bayangkan, Anda seorang guru yang bisa mengantarkan siswa Anda sukses dalam pembelajaran. Anda disukai siswa-siswa Anda karena membantu mereka untuk memahami pelajaran melalui cara yang menurut mereka gaul dan sesuai dunia mereka. Mereka ingin selalu belajar dengan Anda dan memuji Anda dengan senyum kepuasan mereka. Apa yang Anda rasakan? Ada kepuasan tersendiri, bukan? Ada sedikit cerita berikut ini yang mungkin pernah Anda alami dengan siswa Anda.
Coba bayangkan, Anda seorang guru yang bisa mengantarkan siswa Anda sukses dalam pembelajaran. Anda disukai siswa-siswa Anda karena membantu mereka untuk memahami pelajaran melalui cara yang menurut mereka gaul dan sesuai dunia mereka. Mereka ingin selalu belajar dengan Anda dan memuji Anda dengan senyum kepuasan mereka. Apa yang Anda rasakan? Ada kepuasan tersendiri, bukan? Ada sedikit cerita berikut ini yang mungkin pernah Anda alami dengan siswa Anda.












