Seorang Guru Menghasilkan Uang Lewat Menulis Blog

Kisah bagaimana aktivitas menulis bisa menghasilkan tambahan rupiah bagi seorang guru.

Seberapa Siap Anda Menyandang Predikat Orangtua bagi Anak-anak?

Menjadi orangtua untuk anak-anak lebih dari sekedar panggilan bapak atau ibu. Ibarat pilot, ada bekal pengetahuan agar bisa terbang dengan selamat.

9 Macam Kecerdasan, Masuk yang Manakah Anak Anda?

Setiap anak terlahir berbeda dan istimewa. Tidak ada anak yang terlahir sebagai produk gagal tuhan. Sudahkah menemukan keistimewaan yang menjadi keunggulan khas dirinya?

8 Rahasia Media Sosial untuk Meningkatkan Pembelajaran Siswa

Media sosial selain bisa digunakan untuk berinteraksi juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Simak di sini.

Pentingkah mengajari anak menggunakan perangkat digital?

Memang sulit membendung media. Segala informasi ada di dunia maya, pengaruh negatif siap menerkam anak kita. Di mana saja dan kapan saja - Munif Chatib

06 September 2019

Ini Strategi Mengasuh Anak Di Era Digital





"Adik, sudah jangan ke situ nanti rusak lho ya."
"Heh, diam dong. Orangtua ngomong kok menyela terus."
"Pokoknya nanti harus belajar. nanti Mama yang ngajarin."
"Ayah capek. Sana ke Mamamu."
"Aduuuuh. Kok main di tanah sih. Kotor jadinya, kan?"
"Awas jangan pegang-pegang handphone mama."

Ungkapan-ungkapan seperti di atas sering kita temui di kehidupan keluarga ketika menghadapi anak-anak. Percayalah, mereka akan semakin menjadi-jadi kalau dilarang. 

Bunda bisa stress kalau tidak dibumbui kesabaran. Sesekali menonton hiburan lewat handphone. Eh, Si kecil menyambar. Mau ikut main juga. 

Saya teringat kalimat dalam film Spiderman ini ketika diucapkan pamannya dengan mantap sambil memandang ke arah sang pahlawan manusia laba-laba:


"With great power comes great responsibility; seiring  kekuatan besar ada tanggung jawab besar"

Tapi saya ganti saja kutipan di atas menjadi:


"With great mom comes great kids; dibalik anak-anak hebat ada mama hebat."


Mendidik anak usia dini memerlukan perhatian ekstra dari orangtua. Terutama ibu. Apalagi di zaman teknologi saat ini. Rasanya tugas ibu jadi bertambah: mengawasi pola mereka saat bermain dengan perangkat digital. 

Melelahkan sekaligus menantang, bukan? Tapi kalau sukses maka akan dihasilkan generasi-generasi hebat dari ibu hebat. Di artikel ini kita akan membahas tentang pendidikan anak-anak dalam era kecanggihan digital dan bagaimana orangtua menyiasatinya.

Masa keemasan anak adalah fase terpenting. Masa-masa itu begitu menyenangkan, menggemaskan dan pasti akan dirindukan. Nanti ketika  anak-anak  sudah dewasa. Para ahli menyebut masa menggemaskan itu sebagai masa "Golden Age".

Sebuah masa yang sangat penting dan tidak akan pernah terulang lagi. Penting karena menentukan masa-masa selanjutnya. Tidak akan terulang karena ia terjadi sekali. Dalam seumur hidup. 

Golden age berawal dari usia kandungan 0 bulan sampai anak berusia kira-kira 8 tahun. Pada fase ini perkembangan otak anak sangat cepat dan akan terbentuk hingga 80%. 

Ibarat rumah atau bangunan, fase tersebut adalah fondasinya. Jika fondasi itu dibangun dengan kuat dan kukuh, menggunakan semen berkualitas, pasir dan batu pilihan, niscaya rumah tersebut akan kuat berdiri tegak. Meskipun bangunan itu berdiri di atas ratusan lantai. 

Fase tersebut mengharuskan orangtua dan guru agar memberikan perhatian yang serius. Baik pada faktor tumbuh kembang secara fisik maupun psikis pada anak usia dini.

Urusan pendidikan tidak bisa main-main. Ibarat uang, ia adalah investasi. Kita sedang berinvestasi. Namanya investasi manfaatnya baru dirasakan 10 hingga 50 tahun ke depan. Dan itu dimulai dari masa anak-anak sekarang sebagai fondasinya.


Ada budaya menarik. Ini nyata terjadi di Jepang. Di sana 99 persen wanita hamil memilih berhenti bekerja. Tujuannya agar bisa berkonsentrasi pada masa kehamilannya. Mereka akan kembali berkarier dan bekerja setelah anaknya menginjak usia delapan tahun ke atas. 

Setelah melewati masa golden age. 

Budaya tersebut menunjukkan bahwa masa kehamilan hingga usia emas (golden age) sangat penting bagi wanita Jepang. Para ibu di Jepang mementingkan pendidikan dan perhatian anak di fase usia ini. Tak heran jika negeri Sakura itu maju. Di balik ibu hebat lahirlah anak-anak kuat.

Tujuh tahun pertama anak-anak fokus melewati perkembangannya dengan menyenangkan. Mendapat pendidikan dan perhatian penuh dari orangtua. Baru anak akan tumbuh dengan percaya diri. Berkarakter. Tidak gampang digoyahkan. 

Tujuh tahun pertama tersebut akan mempengaruhi tujuh tahun berikutnya. Lalu tujuh tahun lagi sesudahnya. Sampai anak menginjak usia dewasa. Tiga periodisasi umum tersebut memiliki peran masing-masing. Tujuh tahun pertama adalah yang utama.

Itu juga-lah yang mendasari PAUD Apple Tree Pre-school BSD, Tangerang. Kombinasi antara perhatian orangtua dan pendidikan usia dini di luar rumah yang berkualitas maka besar kemungkinan akan menghasilkan generasi-generasi berkelas. 

Sebagai institusi yang memfokuskan diri pada masa emas anak-anak, Apple Tree Pre-school BSD ikut ambil bagian membibit generasi berkualitas dan memiliki berbagai keunggulan. 

Tengok saja kurikulumnya. Mengadopsi dari kurikulum Singapura yang dikenal sebagai negeri maju di kawasan Asia. Karena menggunakan kurikulum Singapura berarti penggunaan bahasa Inggris dan Mandarin sudah dikenal peserta didik sejak dini. Keuntungannya, anak akan menjadi seorang polyglot (menguasai/penutur banyak bahasa). Seseorang cenderung lebih cerdas kalau dia menguasai lebih dari dua bahasa disamping bahasa ibu.

Berbekal pengalaman selama 19 tahun dalam pendidikan anak usia dini Apple Tree Pre-school BSD memiliki visi mendorong kepercayaan diri dan kemandirian setiap siswa. Belasan tahun di dunia pendidikan anak usia dini itu tidak diragukan lagi dalam upaya membentuk perkembangan fisik yang solid. Tentu saja sisi intelektual, emosional dan sosial ikut berkembang dengan baik di dalamnya. 


Tahukah Anda?


  • Orang-orang jenius di Silicon Valley (pusat perkembangan teknologi digital dunia di Amerika Serikat) menjauhkan komputer dari keseharian anak-anak mereka.
  • Perancis melarang penggunaan ponsel di sekolah
  • Terpapar perangkat digital sejak dini bisa menyebabkan otak dan emosi anak berkembang tidak sempurna.
  • Ponsel cerdas (smartphone) bisa membuat anak sulit berkonsentrasi, dan bahkan, tidak mampu berpikir.
  • Bayi yang sering terpapar video berbahasa Inggris, kemampuan perkembangan bersosialisasi dan bahasanya akan terganggu. (buku Yee-Jin Shin, Mendidik Anak di Era Digital).
Sebagai orangtua, ada sebuah dilema ketika anak dihadapkan pada teknologi digital. Di satu sisi, anak-anak mau tidak mau harus terpapar teknologi. 

Di sisi lain, kita harus bijak memanfaatkannya. Tindakan mengisolasi sepenuhnya anak-anak dari peran teknologi juga bukan keputusan bijak. 

Munif Chatib, praktisi dan pakar pendidikan multiple intelligence (kecerdasan majemuk) dan penulis buku 'Orangtuanya Manusia' menulis:

"Memang sulit membendung media. Segala informasi ada di dunia media. Pengaruh negatif siap menerkam anak kita. Media menjadi ancaman berikutnya, bagi anak kita."

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 pernah merilis data bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta. Hingga sekarang kemungkinan jumlahnya terus bertambah. Kemudian, dalam kategori pelajar angkanya cukup mencengangkan, yakni 34 juta pengguna. 

Para pelajar inilah yang sebagian di antaranya adalah digital native. Sebuah generasi yang lahir dan menjadi penduduk asli di saat zaman digital berkembang begitu pesat mengiringi pertumbuhan dan perkembangannya. 

Anak-anak era kekinian, khususnya di perkotaan, begitu familiar dengan gawai. Mereka digitally connected dan begitu piawai menggunakannya, bahkan melebihi orangtuanya yang terkadang masih gagap karena masih tergolong generasi digital immigrant. Generasi pendatang di era digital sehingga masih melakukan penyesuaian-penyesuaian.

Pernahkah Anda mengalami ketika menggunakan ponsel atau perangkat digital dibantu oleh anak-anak? Mereka menuntun Anda sehingga anda baru mengerti. 

Atau, ada istilah-istilah tertentu yang kita tidak tahu tapi anak-anak sudah mengetahui lebih dulu?

Dengan demikian, para orangtua juga penting untuk ikut up to date sebagai langkah antisipasi, sehingga bisa mengiringi perkembangan para digital native tersebut. Adalah tidak lucu ketika orangtua "diperdaya" anak-anak melalui kecanggihan teknologi karena kealpaan diri terhadap perkembangannya.

Pada bagian lain, Yee-Jin Shin, psikiater Korea mengungkapkan, anak yang terlalu sering terpapar media digital pada tingkat tertentu akan mengalami fase yang ia sebut dengan istilah matang semu.

Secara fisik mereka normal dan baik-baik saja. Ukuran tubuhnya sesuai dengan perkembangan usia seharusnya. Tapi pada perkembangan emosi dan kejiwaannya bermasalah sebagai akibat dari penggunaan media digital secara tidak tepat dan benar.

Hal itu terjadi karena orangtua abai dan tidak mendampingi anak ketika menggunakan perangkat digital. 

Ciri-cirinya, menurut Shin, anak mengalami kesulitan bersosialisasi karena lebih fokus ke gawai (digital device), susah berkonsentrasi, suka membangkang, impulsif dan sulit diatur.

"Semakin sering anak terpapar (menggunakan) perangkat digital, semakin besar kemungkinan anak mengalami kesulitan dalam perkembangan emosi, daya konsentrasi, dan daya pikirnya...pada anak-anak yang masih dalam tahap pembentukan sirkuit otak, efek samping dari perangkat digital menjadi fatal sehingga menimbulkan cacat yang tidak bisa diperbaiki."

Yang paling parah mereka akan mengalami kecanduan (digital addicted). Pada tingkat tertentu sulit disembuhkan dan perlu penangan serius oleh psikiater. 





Di Korea, sebagai negara super power dalam perkembangan IT-nya, fenomena di atas menjadi pemandangan mengerikan. Kalau Anda memegang handphone merk Samsung itulah salah satu produk teknologinya. Dampak perangkat digital, jika tidak dihadapi dengan bijak, sama bahayanya dengan ancaman penyalahgunaan narkoba (drug abuse). 

Bahkan, pada tingkat tertentu, lebih parah dan sulit disembuhkan. Pengaruh penyalahgunaan perangkat digital (digital abuse) merongrong setiap detik di ruang-ruang pribadi yang tak terdeteksi secara kasat mata.

Fenomena demikian diamini oleh Rahma Sugihartati, Dosen Masyarakat Digital FISIP Unair, Surabaya. Ia mengungkapkan bahwa di era posmodern seperti sekarang ini, ancaman bahaya yang menyasar anak-anak bukan di luar rumah saat mereka bermain dan bersosialisasi secara nyata. Sebaliknya, bahaya itu justru kerap terjadi ketika anak masuk kamar dan menenggelamkan dirinya memainkan gawai dan berinternet (Jawa Pos, 6/8). 

Fakta menarik lainnya, menurut laporan New York Times 2011, para teknokrat dan jenius di Silicon Valley, Amerika Serikat, justru memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang tidak menyediakan fasilitas komputer. 


Padahal, Silicon Valley adalah kiblat dari perkembangan teknologi digital. Ia adalah wilayah berkantornya raksasa-raksasa teknologi yang mengendalikan dunia, semisal Google, Hawlett-Packard (HP), Facebook, dan Apple. 

Di eropa, Perancis secara khusus mulai melarang penggunaan ponsel cerdas di sekolah. Pertanyaannya, haruskah menunggu fenomena Korea tersebut menjangkiti Indonesia untuk menyelamatkan generasi emas bangsa dari ancaman era digital?






Lalu, apakah bijak bila kemudian orang tua melakukan tindakan mengisolasi anak sepenuhnya dari pengaruh teknologi? Sebuah ungkapan menyatakan bahwa ada dua hal di dunia ini yang tidak bisa dilawan, yakni kematian dan teknologi. Kalau yang pertama lebih baik mempersiapkan. Sedangkan yang kedua, sebaiknya menyesuaikan agar tidak tumbang. Untuk menjembatani ketimpangan pengetahuan itu, tujuh prinsip dasar digital parenting dari Yee-Jin Shin ini bisa dipertimbangkan.

1. Mendahulukan “kapan” daripada “apa”


Titik tekan di sini bukan pada perangkat apa (jenis, harga, merk) yang akan diberikan pada anak, melainkan kapan waktu yang tepat mulai mengenalkan. Pada dasarnya, lebih lambat lebih baik asalkan dibarengi dengan digital parenting yang diterapkan pada mereka, terutama yang sudah terlanjur mengenal perangkat digital. Jadi, tidak membiarkan begitu saja dalam penggunaannya.

2. Kualitas lebih penting dari pada kuantitas

Ketika penggunaan perangkat digital ditentukan “waktu”-nya maka ada keteraturan yang diterapkan. Misalnya, memberi batasan kapan boleh bermain game dan tidak, bukan berapa lama bermainnya. Akan lebih berpengaruh jika membangun komunikasi tentang konten yang dimainkan, tidak pada durasinya. Jadi, sebaiknya diputuskan dengan tegas apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh anak lakukan.

3. Tentukan sanksi jika anak melanggar janjinya

Hal ini untuk menjadi warning bagi anak bahwa ada konsekwensi jika terjadi pelanggaran kesepakatan. Tentu saja orang tua harus tegas menerapkannya. Akan lebih baik jika didahului sebuah kesepakatan sebelum memberikan perangkat. Kalau perlu menuliskannya dan ditempel di dinding atau tempat-tempat yang mudah terlihat anak.

4. Jelaskan ditetapkannya peraturan

Agar ada kesadaran untuk melaksanakan peraturan, poin 3 sebaiknya diikuti dengan penjelasan alasan ditetapkannya peraturan. Dengan demikian anak bisa memahami secara baik melalui penjelasan sederhana. Misalnya, kamu bisa bodoh kalau terus bermain game.” Penjelasan masuk akal demikian selain membuat anak maklum, juga menghindari perlawanan karena ketidaktahuan anak alasan diterapkan aturan.

5. Barbagi pengalaman tentang perangkat digital dengan anak

Pengetahuan orang tua tentang digital menjadi bahan untuk mendekatkan dengan anak, sehingga ada komunikasi mengenai sesuatu yang disukai dan tidak disukai anak. Namun, buka berarti harus menguasai semua secara teknis. Cukup mengajaknya bicara tentang beberapa item saat bermain ponsel atau game menunjukkan bahwa Anda di mata anak tidak “ketinggalan” mengenai perangkat digital. Intinya, orang tua menjadi “teman” berbagi pengalaman agar anak merasa nyaman.

6. Libatkan seluruh anggota keluarga

Penerapan digital parenting akan sia-sia jika dalam keluarga tidak kompak. Untuk itu, ayah, ibu, kakak, adik harus mengikuti peraturan tanpa terkecuali. Jika pengasuhan dengan orang lain, mintalah dia untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Akan lebih bijak bila sampai menentukan satu hari dalam seminggu tanpa perangkat digital dan menggantinya dengan kegiatan lain, seperti membaca buku bersama, memasak, dan kegiatan positif lainnya.

7. Minta bantuan psikiater jika tidak bisa mengatasi

Pada kondisi tertentu, ada perbedaan mendasar antara “pemakaian berlebihan” dengan “kecanduan” (addicted). Pemakaian berlebihan masih bisa menoleransi diri saat dilakukan kontrol atau dilarang menggunakan perangkat digital. Sedangkan kecanduan (addicted) benar-benar hal yang berbeda. Otak hanya menginginkan satu hal saja dan tidak bisa berhenti. Untuk kasus kecanduan berat demikian orang tua harus meminta bantuan psikiater guna mendapat penanganan lebih lanjut secara tepat.

Kemajuan era digital bak pisau bermata dua. Ia bergantung pada siapa dan bagaimana menggunakannya. Orang tua adalah sosok paling ideal dalam mengajarkan hal-hal positif menggunakan perangkat digital di lingkungan keluarga sehingga anak-anak dapat mereguk manfaat kemajuan zaman. Meminjam rumus ABCD Ippho S., pakar otak kanan, mudah-mudahan bisa terwujud keluarga berkualitas. Di mana A (Ayah) dan B (Bunda) pasti memiliki D (Dampak) bagi anak-anaknya. Kalau diperhatikan, antara huruf B dan D, ada huruf C (Choice, pilihan). Di sini apakah sang AB akan memilih D yang baik atau buruk untuk anaknya, kendali huruf C ada pada orang tua. Tapi, kita tentu percaya bahwa kualitas itu bisa diciptakan. #Appletreebsd



21 Maret 2019

Revolusi Industri 4.0 - 8 Langkah Strategis Menghadapinya


Anda pernah nggak mendengar cerita anekdot sinis seperti berikut ini tentang otak orang Indonesia? 

“Ada serombongan turis mengunjungi museum biologi. Pemandu membawa ke salah satu bagian dengan koleksi paling menarik: otak manusia dari berbagai negara. 

‘Ini otak dari manusia Amerika, nilainya satu juta dolar, karena inovatif. Ini otak dari manusia Jepang, dua juta dolar.’ Kata sang pemandu.

26 Februari 2019

Satu Penyebab Kasus Pencurian Motor Marak


Curanmor marak, apa kabar kepolisian? 

08 Desember 2018

Serunya Ziarah Masjid Al-Aqso Bersama Cheria Holiday Sambut Pergantian Tahun




Cerita sepele ini terjadi tahun 2016 silam. Entah kenapa waktu itu tiba-tiba saya ingin ketemu nabi-nabi. Ingin Tour Jejak Rasul. Yah...meskipun dosa dibanding amal masih berat dosa.

Saya hanya membayangkan seperti apa rasanya bertemu beliau-beliau. Sambil melamun saya terus melayangkan pikiran ke mana-mana. Pikiran itu harus merdeka. Kita harus sudah merdeka sejak dari pikiran, kata Pramoedya Ananta Tour, penulis legendaris itu.

Berwisata lewat imajinasi memiliki keseruan tersendiri. Memang sih sekarang ada teknologi bernama Virtual Reality (VR) yang bisa membawa kita memasuki dunia tiga dimensi. Seolah kita benar-benar ada di sebuah situasi dan lokasi. Tapi tetap saja dengan datang langsung merasakannya kita akan kaya pengalaman dan merasakannya secara nyata tanpa sanksi lagi.

Karena belum puas sebagai tukang melamun, saya mulia Googling karena penasaran apa saja yang bisa dilihat dari jejak para rasul itu. Kemudian untuk menghibur diri saya update status di Facebook pribadi. Seperti penampakan di bawah ini. Siapa tahu itu menjadi prasasti doa dunia maya. Hehe...



Konon, Albert Eisntein pernah dicibir karena berimajinasi bagaimana seandainya dirinya bisa menunggangi suara. Hal itu seolah mustahil, tapi di kemudian hari benar-benar terjadi dengan munculnya kecepatan suara bernama ultrasonik.

Kalau begitu, saya juga boleh dong berimajinasi melihat makam Imam Muslim dan Imam Bukhari yang menjadi perawi hadis sahih itu. Saya penasaran seperti apa makam nabi-nabi sebelum nabi Muhammad SAW itu. Mereka ada dan nyata. 

Bukannya tidak percaya dan tidak mengimani tapi dengan melihat langsung saya bisa membangun rasa merindingnya bulu kuduk saat bermain mesin waktu ke masa lalu. Masa para kekasih Allah itu berjuang.

Misalnya, bagaimana nabi Musa berseteru dengan Fir’aun. Seperti apa rasanya nabi Musa berdialog dengan tuhan di Gunung Sinai dan tahu-tahu saya menginjakkan kaki di tempat yang sama.


Mengetahui itu semua gimana saya nggak merinding wong waktu ziarah ke makam Sunan Derajat saja saya langsung berdiri mematung karena melihat Bayang Gambang, sebuah benda mirip tempat tidur, seperti gambar di bawah ini.

Menurut tulisan yang digantung itu adalah tempat para wali berkumpul untuk membahas masalah penting dan genting.



Ternyata, mengunjungi tempat-tempat yang baru memberi manfaat secara mental maupun fisik. Hal itu terbukti secara ilmiah melalui berbagai penelitian oleh para ilmuan. Berikut ini di antaranya:


MANFAAT ILMIAH TRAVELING KE LUAR NEGERI BAGI KESEHATAN MENTAL DAN FISIK


[dunia itu ibarat buku, dan orang yang tidak melakukan traveling hanya membaca satu halamannya]

1. Meminimalkan risiko serangan jantung

Serangan jantung dapat dihindari jika pernah traveling ke luar negeri setidaknya dua kali dalam setahun. Temuan itu terungkap saat Global Commission on Aging and Transamerica Center for Retirement Studies melakukan kerjasama penelitian dengan U.S Travel Association. Risiko serangan jantung juga lebih rendah baik laki-laki maupun perempuan. Gimana, masih sayang jantungmu, kan?

2. Penghilang stres dan suntuk

Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang melakukan traveling mengalami penurunan tingkat stres dua-tiga hari setelah mereka kembali pulang. Selain itu, Dr. Tamara McClintock Greenberg, seorang ahli psikologi klinis di San Francisco mengatakan bahwa tuntutan pekerjaan dan rutinitas harian dapat mengganggu fokus pada sesuatu yang kita anggap bermakna dan menarik. Untuk itu, Forbes menyarankan agar 'break' sejenak untuk relaksasi dan menenangkan diri dari pekerjaan dan kegiatan rutin. 

3. Meningkatkan kreativitas


Kalau Anda bekerja di dunia yang memerlukan kreativitas tinggi maka traveling adalah dua keuntungan sekaligus. Selain menyenangkan ia juga menunjang pekerjaan Anda. Seperti dikutip NBC News, Adam Galinsky, profesor di Columbia Business School, mengatakan bahwa traveling ke luar negeri mampu meningkatkan kelenturan berfikir mendalam dan  menyeluruh sehingga dapat menciptakan hal-hal baru. 


4. Meningkatkan kebahagiaan dan rasa puas


Manfaat dari traveling ke luar negeri bahkan sudah didapat sejak merencanakan. Penelitian dari Cornell University menemukan perasaan senang meningkat pada mulai tahap perencanaan hingga benar-benar melakukannya. Alasannya karena ketika merencanakan traveling seseorang sudah selangkah di depan meninggalkan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan rutinitas menjemukan.


5. Mengurangi depresi


Seperti yang dilansir NBC News, Marsfhield Clinic di Wisconsin, Amerika Serikat, menemukan bahwa wanita yang traveling setidaknya dua kali setahun dapat mengurangi depresi dan stres berat dibanding yang hanya melakukannya sekali dalam dua tahun. Jadi, traveling bagi wanita adalah kebutuhan dan suami yang romantis mengajak pasangannya jalan-jalan. Setuju?



Jari tangan asyik Googling. Eh, ketemu Cheria Holiday yang menyediakan perjalanan ziarah Masjidil Aqso bersama Cheria Holiday. Karena penasaran langsung saja buka websitenya. 

Ternyata banyak keistimewaan yang disiapkan. Selain itinerary yang sangat lengkap, tempat-tempat yang akan dikunjungi juga banyak sekali sampai memakan waktu 9 hari 11 malam. Dijamin sampe puas kalau ke Palestina Jordan dan Mesir bersama Cheria Holiday. Keren nggak tuh?



Oke, supaya lebih mudah kita mulai perjalanannya dari Mesir. Siapkan kebutuhanmu yang harus dibawa dalam perjalanan menyenangkan selama 11 hari 9 malam ini. Selain itu, siapkan fisik juga agar kamu puas menyusuri 55 tempat/lokasi wisata. Siap dengan paket tour jejak nabi dan rosul Cheria Holiday? Let's Go, buddy!

Mesir, I am coming...

Rasakan sensasi bermain mesin waktu ke masa Nabi Musa dan Fir'aun dengan melihat langsung bangunan ajaib Piramid dan Patung Sphinx. Seberapa tajam kameramu?



Piramid adalah tujuan pasti ketika mengunjungi Mesir. Asalkan kita ke Mesir bareng Cheria Holiday kedua bangunan itu bisa kamu lihat. Amazing!



Saat di Mesir kamu akan mengunjungi daftar lokasi seperti berikut ini. Siap?

Sumber: Itinerary Cheria Holiday


Lanjut ke Palestina, Yuk!

Australian Muslims


Gunakan mesin imajinasimu. Bayangkan kamu sekarang berdiri di dekatnya. Kemudian perlahan melangkah masuk. Melihat-lihat isinya. Tanganmu memegang dinding-dindingnya. Kamu tak henti-henti berdecak kagum karena berhasil menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di rumah suci tiga agama di dunia (Yahudi, Nasrani, Islam).

Kekagumanmu tak berhenti di situ. Karena tak ingin kehilangan momen bersejarah dalam hidup maka kamu keluarkan ponsel dan meng-klik ikon kamera untuk mengabadikan gambar ornamen dan ruangan-ruangan di dalam masjid tempat persinggahan nabi Muhammad SAW itu. Kemudian kamu salat sunah di dalamnya. Nikmat, kan?

Masjid Al-Aqso adalah tempat singgah nabi sebelum beliau bertolak ke Sidratul Muntaha. Peristiwa perjalanan itu dikenal dengan Isra’ Mi’raj dan diabadikan dalam Al-Quran Surat Al-Isra’: 1. Begitu istimewanya tempat bersejarah tersebut sampai-sampai nabi menganjurkan untuk mengunjunginya. 

Disebutkan dalam sebuah hadis sahih dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim sebagai berikut: “Tidak disarankan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga masjid, yaitu masjid Al-Haram (Mekkah), dan Masjidku (Masjid Nabawi, Madinah), dan Masjid Al-Aqso (Palestina).”


Sudah tahu masjid Al-Ibrahimi di Hebron? Ketahui sejarahnya, ya. 

Travel Palestine

Tempat-tempat ini bakal kamu kunjungi ketika di Palestina bareng Cheria Travel. Jangan lupa persiapkan fisik ya.


Masih sanggup? Lanjut ke Jordania, deh.

Kali ini medannya adalah gurun pasir. Panas tapi mengesankan pastinya.

TripAdvisor
Di Surat Al-Kahfi diceritakan tentang beberapa pemuda yang pernah tidur di dalam gua selama 300 tahun lebih. Nah, ini adalah gua di mana pemuda beriman itu pernah singgah. 

Cheria Travel
Masih kurang puas menjelajah Jordania? Tenang, masih ada Cheria Holiday yang akan terus menemani perjalanan wisata halal bersama pasangan halalmu dengan jadwal ini.


Cheria Travel sudah terlanjur memiliki testimoni positif di mata para penggunanya. Ini beberapa di antaranya.
Testimoni 1
Testimoni 2
Testimoni 3
Testimoni 4
Cheria Travel juga pernah menemani artis Pevita Pearce mengunjungi Turki.


Tertarik menggunakan Cheria Travel sebagai teman perjalanan? Ini 7 alasan menggunakan Cheria Holiday untuk Ziarah Masjid Al-Aqso menyambut pergantian tahun dari 2018 ke 2019.

1. Paket pilihan tournya banyak. Semuanya halal.

Tidak hanya menyediakan paket tour jejak nabi dan rasul Cheria Holiday juga mengajak kita untuk mengunjungi negara-negara lain sesuai keinginan. Pilihannya banyak dan semua menggunakan konsep halal tour. Maksudnya, makanan dan jadwal salat serta pendampingnya menggunakan ustad yang sudah berpengalaman memandu wisatawan secara islami.

2. Perusahaan travel resmi

Cheria Holiday bukan travel abal-abal. Izinnya resmi ada di pemerintah dengan rincian sebagai berikut:
  1. TDP 36/2014 tanggal 7 Januari 2013 Dinas Pariwisata DKI Jakarta.
  2. Member International Air Transport Association (IATA) no. 15314132
  3. Izin penyelenggara ibadah haji khusus Madinah Iman Wisata nomor 118 tahun 2015
  4. Izin Umroh Madinah Wisata Nomor D/70/2015
  5. Cabang resmi Madinah Iman Jakarta 


3. Berpengalaman dalam wisata halal

Cheria Holiday merupakan inisiator wisata halal pertama di Indonesia. Selain itu ia juga merupakan anggota aktif dari Asosiasi Travel Halal Indonesia. Keanggotannya bisa dilihat di sini (www.athi.org). Sejak tahun 2012 sudah mengantarkan banyak wisatawan ke berbagai tempat baik lokal maupun internasional.

Wisata Domestik


Wisata Halal Internasional

4. Memiliki tim solid yang siap melayani kebutuhanmu



5. Mengerti kebutuhan perjalananmu

    5.a. Paket domestik

Cheria Holiday juga menyediakan paket perjalanan wisata domestik ke berbagai tujuan seperti di bawah ini. Dipilih...dipilih...hehe..

  • Paket Wisata Taman Nasional Tanjung Puting (3D2N)
  • Wisata spesial Bambu Rafting & Menggembala kerbau
  • Paket spesial Ziarah Wali Pitu Bali
  • Tour Ziarah Wali Songo via Surabaya (5D4N)
  • Ziarah Wali Songo via Jakarta (5D4N)
  • Jelajah Krakatau
  • Jelajah Baduy
  • Ziarah Wali Songo + Madura (6D5N via Jakarta)
  • Ziarah Wali Banten (3D2N)
  • Paket Ziarah Wali Jakarta (3D2N)
  • Lombok exotic
  • Exotic Orangutan Tour
  • Beltung Murmer Halal Tour
  • Dan masih banyak pilihan paket lainnya
     5.b. Paket Internasional
Ke luar negeri makin banyak pilihan karena adanya Cheria Holiday. Nih, tinggal pilih. Kapan kita ke mana? Hehe ...



6. Memilik Aplikasi Android


Ini yang istimewa. Cheria Holiday adalah yang pertama dan satu-satunya yang membuat marketplace khusus tour halal yang berbasis web dan aplikasi Android yang bisa di-download di Play Store. Ke depannya Cheria sedang mengembangkan ke versi iOS untuk memudahkan calon wisatawan melakukan wisata.

Di aplikasi itu ada ratusan produk tour halal yang bekerjasama dengan perusahaan travel halal di Indonesia. Jadi, kita tinggal pilih lewat smartphone karena sudah berbentuk aplikasi. Yuk, download ah!


7. Travel berprestasi

Cheria Travel pernah mendapat penghargaan dalam sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2016 sebagai:
1. Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik
2. Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik

Ibu Farida Ningsih pada anugerah penghargaan travel terbaik 7 Oktober 2016
Oya, mendekati pergantian tahun 2019 Cheria travel mempunyai penawaran terbatas dan spesial. Ada tiga macam yang bisa Anda pilih untuk mengadakan perjalan ziarah napak tilas jejak rasul.


1. Napak Tilas Jejak Rasul Desember 2018 - Januari 2019



2. Napak Tilas Jejak Rasul Januari 2019



3. Napak Tilas Jejak Rasul Februari 2019





Gimana, kamu kapan jalan-jalan ke tiga negeri para nabi? 

01 Juni 2018

2 Komponen Mobil Terpenting Agar Mudik Aman dan Nyaman


Siapkah Anda akan melakukan perjalanan mudik yang aman dan nyaman? Karena di tahun 2018 ini PT. Jasa Marga memprediksi pemudik yang menggunakan mobil pribadi menembus angka 1,44 juta. Baiknya infrastruktur jalan tol menjadi salah satu alasan meningkatnya pengguna mobil dibanding tahun sebelumnya yang "hanya" 1,39 juta. Menteri Perhubungan Buda Karya Sumadi pun mengaku sudah siap melayani pemudik baik yang menggunakan tranportasi umum atau kendaraan pribadi, seperti sepeda motor dan mobil.

Pertanyaannya, apakah infrastruktur tersebut akan maksimal pemanfaatannya jika tidak Anda barengi dengan kondisi mobil yang prima saat melakukan perjalanan mudik? Jangan sampai rencana mudik jadi berantakan karena kondisi mobil yang tidak prima. Untuk itu, perlu diperhatikan untuk pemudik yang berencana menggunakan mobil pribadi dua bagian paling penting berikut. 

1. Mesin



Di dalam mesin yang sehat terdapat perjalanan yang selamat. Sebelum berangkat usahakan melakukan servis mesin bila diperlukan. Pastikan mesin tidak terdengar bunyi benda logam berbenturan dan saling bergesek. Suara mesin juga masih halus. Jika terdengar bunyi yang tidak beres segera bawa ke bengkel terbaik dan berpengalaman yang berkomitmen melayani mobil Anda layaknya menangani manusia. 

Kenapa? 

Karena komitmen pelayanan sangat penting untuk keselamatan pengendara Anda, kan. Nyawa Anda tidak bisa hanya ditukar dengan uang sekian ratus ribu karena menjadi korban bengkel yang asal-asalan. Jika perlu, jangan sungkan tanyakan pada mekanik mengenai kondisi sebenarnya dan mintalah saran perbaikan untuk kekurangan-kekurangan tertentu pada mesin. Lebih-lebih bila Anda menyukai mobil modifikasi. Tentu saja semua performa harus dalam kondisi optimal.

Jika asal-asalan maka bisa dipastikan hasil servis tidak maksimal sehingga mengganggu perjalanan Anda. Anda tidak mau juga kan kalau saat di tol tiba-tiba Anda harus meminggirkan mobil karena ada masalah di bagian mesinnya. Waktu yang disita pun jadinya lebih lambat dari yang seharusnya diperkirakan. Selain itu Anda juga harus mengeluarkan biaya lebih tentunya ketika menemukan masalah di perjalanan. Untuk itu, mengecek mesin adalah hal pertama yang wajib menjadi perhatian.

2. Ban/roda




Ini adalah prioritas kedua setelah Anda mengecek mesin. Akan sia-sia tentunya jika performa mesin Anda sangat baik namun tanpa didukung oleh kondisi ban/roda yang menjadi pendukungnya. Akibatnya, menyetir jadi tidak nyaman karena dirasakan ada getaran. Ibarat orang berjalan, badan sehat tapi kakinya (maaf) pincang sehingga harus tertatih-tatih. Bila sudah demikian berarti ada yang tidak beres dengan sistem pada ban/roda. Solusinya, tentu saja harus segera dilakukan Spooring dan Balancing. 



Memilih bengkel mobil yang memiliki spesialisasi khusus pada dua hal tersebut tidak bisa sembarangan. Karena, sekali lagi, berkaitan dengan komitmen pelayanan dan keselamatan berkendara yang mana taruhannya adalah nyawa. Bengkel juga wajib pengalaman dan dilengkapi dengan peralatan yang canggih dan presisi, seperti brand HUNTER Hawkeye Elite Win Align HE421CM (Spooring Mobil / Wheel Alignment Passenger). Tapi tunggu, jangan langsung memutuskan memilih rekomendasi tersebut sebelum Anda tonton sebentar kecanggihan teknologi Spooring dan Balancing produk ini.



Bila Anda sudah yakin cobalah untuk melihat-lihat di website resminya di www.himawanputra.com sebagai distributor tunggal dan authorized resmi Hunter. Tenang, sepanjang perjalanan mudik Anda akan ditemani oleh jaringan bengkelnya yang tersebar luas di Indonesia. Silakan cek di sini untuk menyesuaikan dengan jalur mudik Anda. Selamat mudik dan jaga keselamatan lebih utama, ya.